Jumat, 11 Oktober 2013

AUTOBIOGRAFI


Wina Prinjani, lahir di Bogor pada tanggal 10 Januari 1994. Biasanya anak ini dipanggil dengan nama Wina. Ya, Wina itu adalah saya. Saya merupakan anak ke-2 dari 3 bersaudara. Kakak saya perempuan dan adik saya laki-laki.  Saya ini sering disalah persepsikan oleh kebanyakan orang kalau saya adalah keturunan Tionghoa, padahal faktanya saya tidak ada keturunan sama sekali. Saya asli Betawi dicampur dengan darah Sunda, Lampung, Jawa dan Kaledonia. Kata Mama, saya ini lahir di Jakarta namun akte kelahiran salah cetak menjadi lahir di Bogor. Nama Wina Prinjani dibuat oleh Papa saya, kata beliau kalau nama Wina itu terinspirasi dari nama ibukota Austria Vienna, ya Vienna dibaca Wina jadi Vienna dan Wina sama saja. Sedangkan Prinjani diambil dari nama seorang wanita cantik di Koran yang katanya seorang Putri. Walaupun Papa suka bercanda nama Prinjani saya ini diambil dari nama pencarian orang hilang di Koran. Hahaha entahlah…
Menelusuri nama Wina Prinjani sendiri beserta tanggal lahirnya, akhirnya ketemu juga gatau juga sih bener atau gak haha tapinya nama Wina itu adalah dari nama ibukota Austria dan ternyata Austria itu merupakan dikenal sebagai negara seniman terutama jazz, kalau Prinjani sendiri kurang paham sih sebenernya cuman kalau di Indonesia kan seperti nama gunung Rinjani di Bali, nah jadi saya suka mikir tuh “Pantesan aja kali ye gw tinggi begini haha.*Skip*” . Belum lagi saat saya membaca buku Soe Hok Gie, aduh saya nge-fans sekali dengan beliau, menurut saya Gie itu pria keren dan gak adalagi yang kayak begitu. Dalam bukunya yang Catatan Seorang Demonstran, dituliskan bahwa tanggal lahir saya yaitu 10 Januari merupakan hari yang sangat bersejarah seputar demokratis dan nasionalis kalo gak salah begitu pokoknya hehe. Nih simak kelanjutannya sepertinya berhubungan atau kebetulan ya?
Sejak saya kecil, saya sudah dikenal sebagai anak yang masa bodoh alias cuek, tomboy dan terlihat jutek. Hobby saya sejak kecil adalah menggambar dan menulis sampai-sampai semua kertas kosong penuh dengan coretan-coretan dan tulisan-tulisan saya. Semua hal yang menyangkut tentang kesenian saya suka. Makanya dulu saat kecil saya bercita-cita ingin menjadi seorang seniman. Awal saya suka menggambar adalah karena Kakek saya yang biasa saya sebut sebagai Aki mengajarkan saya bagaimana cara menggambar ikan, maka dari itulah saya terus berlatih sampai berkembang kepada gambar-gambar yang lain. Begitu juga dengan tulisan, berawal dari sebuah syair yang diberikan oleh Kakek saya, saya menjadi senang menyusun merangkai kata demi kata perbait. Saat kecil acara favorit saya itu adalah National Geographic Channel makanya juga saya waktu kecil ingin sekali menjadi seorang ilmuwan arkeologi supaya bisa menjelajah dan menemukan hasil-hasil prasejarah di masa kuno.
Selain saya hobby menggambar dan arkeolog, saya juga senang terhadap dunia modeling, ini juga sudah saya sukai sejak saya SD berawal dari layar kaca yang saya tonton betapa menariknya Miss Universe, mereka benar-benar terlihat sempurna bukan hanya cantik tapi pintar serta cerdas. Saya ingin bisa seperti mereka yang dapat menjadi icon dan aktif di bidang sosial bisa membantu sesama yang membutuhkan dan tentunya bisa pergi kemana saja menelusuri daerah-daerah terpencil  untuk diperhatikan. Lalu sebenarnya juga, saya ini penyuka bidang politik hal itu sangat menarik bagi saya, namun saya tidak ingin berkecimpung menjadi anggotanya saya hanya ingin menjadi pengamat. Ini juga diakibatkan oleh stimulus Kakek saya sejak saya masih TK, saya sering sekali malah hampir setiap hari ikut beliau bekerja di kelurahan. Kebetulan juga Kakek saya sempat menjadi Kepala Desa-nya dan Lurah di tempat-tempat tersebut. Disitu saya mengamati banyak sekali orang-orang yang mampu menginspirasi  diri saya. Memang ketika saya kecil saya lebih sering bersama Kakek dan Nenek saya dibandingkan dengan kedua orangtua saya sendiri, hal ini dikarenakan umur saya dan adik saya saat kecil beda satu tahun jadinya saya semacam sering dititipkan gitu deh ke Nenek saya hahaha….
Faktanya, sejak kecil saya ini memiliki cita-cita yang terlalu banyak sampai akhirnya ternyata saat dewasa, kehidupan saya menjadi menyimpang dari cita-cita ketika memilih jurusan perkuliahan. Saya sekarang menjadi seorang anak fakultas psikologi Universitas Gunadarma. Awalnya saya tidak tahu sama sekali tentang psikologi, saya hanya tahu secara common sense kalau psikologi atau psikolog itu hanya mendengarkan, memberi solusi orang curhat dan ngurusin pasien sakit jiwa. Lalu setelah itu semua saya lewati, tidak mudah awalnya saya masuk jurusan ini karena masalahnya ini bukanlah yang saya inginkan dan saya tidak begitu suka, menurut saya psikologi itu biasa-biasa saja tidak spesial. Sampai akhirnya rasa tidak terima karena saya masuk psikolog itu setengah dipaksa oleh Mama saya, saya mulai belajar move on untuk menerima kenyataan bahwasanya ternyata alhamdulillah Allah memberikan banyak sekali hikmah dibalik sesuatu hal yang sebelumnya saya anggap kalau ini adalah musibah. Psikologi yang mungkin kebanyakan orang awam menyepelekan jurusan ini, ternyata jurusan ini bisa menyelami ke dalam segala aspek kehidupan ilmu kami universal bisa ke semuanya. Jadi, saya tidak begitu khawqatir lagi apabila saya tidak bisa meraih semua cita-cita saya sebelumnya. Semoga tulisan ini bermanfaat dan sekian biografi mengenai saya. Wassalamualaikum. J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar